Renungan Untuk Kaum Muda:
Ruang Lingkup Ibadah
Ruang Lingkup Ibadah
Renungan Untuk Kaum Muda: Ruang Lingkup Ibadah - Wahai pemuda, ibadah di dalam Islam memiliki pengertian yang luas, tidak benar jika diartikan sebatas pada shalat, sahum, zakat, haji dan syi'ar-syi'ar ta'abudiyah selainnya saja. Bahkan ibadah di dalam Islam adalah suatu manhaj yang saling melengkapi, menjadikan kemudahan kehidupan dalam seluruh aspeknya, sesuai dengan kehendak Allah عزّوجلّ. Sebagian ulama memberikan definisi ibadah, yakni "Segala sesuatu yang mencakup seluruh apa-apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik perkataan ataupun perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin."
Sehingga sudah selayaknya seluruh aspek kehidupan itu terikat pada tujuan untuk merealisasikan ibadah kepada Allah Ta'ala. Bahkan sudah menjadikan setiap marhalah (fase) kehidupan ini seluruhnya adalah ibadah, hingga kematian adalah merupakan bentuk ibadah kepada Allahعزّوجلّ, sebagaimana firman Allah:
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
"Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diprintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS Al-An'am: 162-163)
Kematian para syuhada adalah merupakan realisasi di antara bentuk ibadah kepada Allah Rabbul 'alamin berupa kematian.
وَالشُّهَدَاء عِندَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ
"Dan orang-orang yang syahid bagi mereka pahala dan cahaya mereka." (QS Al-Hadid: 19)
Dan firman Allah:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan sembahlah Rabbmu sampai datang sesuatu yang diyakini" (QS Al-Hijr: 99)
yakni kematian.


Post a Comment