Tata Cara Tayammum
Caraislampedia - Jika kamu berhalangan menggunakan air atau sakit atau khawatir mendapat madlarat (bahaya bila menggunakan air, misal sakit yang tidak boleh terkena air, dll) (1), atau kamu di dalam bepergian, kemudian tidak mendapat air, maka tayammumlah dengan debu yang baik, untuk mengganti wudlu dan mandi (2).
Cara Tayammum
Pertama, Letakkanlah kedua tanganmu ke tanah [atau tempat yang mengandung debu] kemudian tiuplah keduanya(3) dengan ikhlas niatmu karena Allah(4)
Kedua, bacalah:Bismillahirrahmanirrahim(5)
Ketiga, kemudian usaplah kedua tanganmu pada mukamu dan kedua telapak tanganmu(6).
Dan apabila kamu dapat menggunakan air maka bersucilah dengan air itu (7).
===========
(1) Menurut hadits ‘Amr bin Ash bahwa sesungguhnya ia diutus ke medan perang Dza-tussalasil, ia berkata: “Aku mimpi (mengeluarkan air mani) pada suatu malam yang amat dingin, maka aku takut jika aku mandi akan berbahaya, lalu aku tayammum; kemudian aku shalat Shubuh bersama shahabat-shahabatku. Tatkala kami datang pada Nabi s.a.w. mereka menceritakan hal itu, kepadanya; maka beliau bersabda padanya: “Hai ‘Amr, engkau shalat bersama sahahabat-sahabatmu sedang engkau junub?” Maka aku menyahut: “Saya ingat akan firman Tuhan Allah s.w.t.: dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah itu maha belas kasih kepadamu, maka aku bertayammum dan lalu shalat”. Maka tertawalah Rasulullah s.a.w., dan tidak bersabda apa-apa (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Daruqutni)
(2) Menurut Qs. Maidah ayat 6: (.... sedang kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah kamu dengan debu yang suci). Dan menurut hadits Jabir ia berkata: “Kami sedang dalam bepergian (musafir) lalu seorang dari kami terkena batu sehingga melukai kepalanya; kemudian ia bermimpi (mengeluarkan air mani), maka ia bertanya kepada teman-temannya: Apakah kamu berpendapat bahwa aku mendapat kemudahan bertayammum?. Dijawab oleh mereka: “Kami tidak berpendapat bahwa kamu mendapat kemudahan, sedang kamu kuasa memakai air”. Maka mandilah ia lalu meninggal dunia. Tatkala kami datang kepada Nabi s.a.w., kami khabarkan yang demikian itu, maka Nabi s.a.w. bersabda: ”mereka membunuh dia, mereka dikutuk oleh Allah”. Mengapa mereka tidak bertanya sedang mereka tidak mengerti? Obat untuk kebodohan adalah bertanya. Sesungguhnya cukup baginya bertayammum”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daraquthni).
(3) Menurut hadits ‘Ammar r.a. berkata: “Aku Pernah berjanabat dan tidak mendapatkan air, kemudian aku berguling-guling di tanah dan shalat. Maka aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi s.a.w., lalu beliau bersabda: “Sesungguhn-ya cukup bagimu begini : lalu beliau meletakkan kedua tangannya di tanah dan meniupnya, kemudian mengusap muka dan kedua telapak tangannya”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
(4) Karena keumuman hadits: Sesungguhya semua pekerjaan itu dengan niyat
(5) Karena menurut hadits: “segala perkara yang berguna, yang tidak di mulai dengan Bismillahirrahmanirrahim itu tidak sempurna.” (Diriwayatkan oleh Abdul-Kadir Arruhawi dari Abu Hurairah ).
(6) Menurut hadits ‘Ammar tersebut diatas: "... kemudian mengusap muka...".
(7) Karena mengingat Qs. Maidah ayat 6: ... sedang kamu tidak mendapat air.
Sumber:
Muqarrarut Tarjih (Himpunan Putusan Tarjih)
Photo Pixabay.com


Post a Comment