"Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar." (Ali Imran: 104).
Serta
firmanNya,
"Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar." (Ali Imran:
110).
Dan masih
banyak lagi ayat-ayat lainnya mengenai amar ma'ruf nahi mungkar.
Demikian ini
karena betapa perlunya hal tersebut.
Dalam hadits
shahih disebutkan,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ
لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ
وَذَلِكَ
أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
"Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah
ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak
bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]
Jadi,
kemungkaran itu bisa dirubah dengan tangan oleh orang yang mampu melakukannya,
seperti; para penguasa, ins-tansi-instansi yang khusus bertugas menangani
masalah ini, orang-orang yang mengharapkan pahala melalui jalur ini, pemimpin
yang mempunyai kewenangan dalam hal ini, hakim yang mem-punyai tugas ini, setiap
orang di rumahnya dan terhadap anak-anaknya serta keluarganya sendiri sejauh
kemampuan.
Adapun yang
tidak mampu melakukannya, atau jika merubahnya dengan tangannya bisa menimbulkan
petaka dan perla-wanan terhadapnya, maka hendaknya ia tidak merubahnya dengan
tangan, tapi mengusahakan dengan lisannya. Ini cukup baginya, agar
pengingkarannya dengan tangannya tidak menimbulkan yang lebih mungkar dari yang
telah diingkarinya. Demikian sebagai-mana disebutkan oleh para ahlul
ilmi.
Mengingkari
kemungkaran dengan lisannya, bisa dengan mengatakan, "Saudaraku, bertakwalah
kepada Allah. Ini tidak boleh. Ini harus ditinggalkan." Demikian yang harus
dilakukannya, atau dengan ungkapan-ungkapan serupa lainnya dengan tutur kata
yang baik.
Setelah
dengan lisan adalah dengan hati, yaitu membenci dengan hatinya, menampakkan
ketidaksukaannya dan tidak ber-gaul dengan para pelakunya. Inilah cara
pengingkaran dengan hati. Wallahu waliyut taufiq.
Sumber:
Majalatul Buhuts, edisi 36, hal. 121-122,
Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid
2, penerbit Darul Haq.
=========================================
Mengingkari Kemungkaran
Syaikh Ibnu Baz
Pertanyaan:
Saya seorang remaja putri, tinggal di asrama putri, alham-dulillah, Allah telah menunjuki saya kepada kebenaran sehingga saya konsisten pada kebenaran, tapi saya merasa tertekan karena saya banyak melihat kemaksiatan dan kemungkaran, terutama dari teman-teman saya sesama mahasiswi, seperti; mendengarkan musik, menggunjing dan menghasud. Sering saya nasehati mereka, tapi sebagian mereka malah mengolok-olok dan mencemooh saya serta mengatakan bahwa saya ini terbelenggu. Syaikh yang mulia, saya mohon penjelasan, apa yang harus saya perbuat. Semoga Allah membalas Syaikh dengan kebaikan.
Jawaban:
Yang wajib atas anda adalah
mengingkari kemungkaran sesuai kesanggupan dengan perkataan yang baik, sikap
yang lembut dan tutur kata yang halus disertai dengan menyebutkan ayat-ayat dan
hadits-hadits yang terkait dengan masalah tersebut sejauh yang anda ketahui. Di
samping itu, anda jangan menyertai mereka dalam mendengarkan lagu-lagu,
menggunjing dan perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan lainnya yang
diharamkan. Hindari mereka sejauh kemungkinan sampai membicarakan masalah lain.
Hal ini berdasarkan firman Allah سبحانه و
تعالى,
"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain." (Al-An'am: 68).
Jika anda telah mengingkari mereka dengan lisan anda sejauh kemampuan dan anda pun telah menghindari perbuatan mereka, maka perbuatan mereka tidak akan mencelakakan anda, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Al-Ma'idah: 105).
Allah menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak akan dicelakakan oleh orang yang sesat jika ia menjalankan kebenaran dan konsisten pada petunjuk, yaitu dengan mengingkari kemungkaran, konsisten pada kebenaran dan menyerukan kebenaran dengan baik. Bahkan Allah akan memberikan jalan keluar bagi anda dan memberikan manfaat bagi mereka melalui petunjuk yang anda sampaikan bila itu anda lakukan dengan sabar dan semata-mata karena mengharap pahala dari Allah, insya Allah. Bergembiralah dengan kebaikan yang besar dan akibat yang terpuji selama anda tetap teguh pada kebenaran dan mengingkari apa-apa yang menyelisihinya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,
"Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa" (Al-A'raf: 128).
Dan firmanNya,
"Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (Hud: 49).
Serta firmanNya,
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 69).
Semoga Allah menunjuki anda kepada yang diridhaiNya, menganugerahkan kepada anda kesabaran dan keteguhan serta menunjuki saudari-saudari, keluarga dan teman-teman anda ke-pada yang dicintai dan diridhaiNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia lah yang Kuasa menunjukkan ke jalan yang lurus.
"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain." (Al-An'am: 68).
Jika anda telah mengingkari mereka dengan lisan anda sejauh kemampuan dan anda pun telah menghindari perbuatan mereka, maka perbuatan mereka tidak akan mencelakakan anda, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Al-Ma'idah: 105).
Allah menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak akan dicelakakan oleh orang yang sesat jika ia menjalankan kebenaran dan konsisten pada petunjuk, yaitu dengan mengingkari kemungkaran, konsisten pada kebenaran dan menyerukan kebenaran dengan baik. Bahkan Allah akan memberikan jalan keluar bagi anda dan memberikan manfaat bagi mereka melalui petunjuk yang anda sampaikan bila itu anda lakukan dengan sabar dan semata-mata karena mengharap pahala dari Allah, insya Allah. Bergembiralah dengan kebaikan yang besar dan akibat yang terpuji selama anda tetap teguh pada kebenaran dan mengingkari apa-apa yang menyelisihinya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,
"Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa" (Al-A'raf: 128).
Dan firmanNya,
"Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (Hud: 49).
Serta firmanNya,
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 69).
Semoga Allah menunjuki anda kepada yang diridhaiNya, menganugerahkan kepada anda kesabaran dan keteguhan serta menunjuki saudari-saudari, keluarga dan teman-teman anda ke-pada yang dicintai dan diridhaiNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia lah yang Kuasa menunjukkan ke jalan yang lurus.
Rujukan:
Majalatul Buhuts, edisi 30, hal. 117-118, Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.
Post a Comment