Hukum Membunuh Serangga yang Ada di Rumah
Syaikh Ibnu Baz
Pertanyaan:
Binatang-binatang melata yang ada di rumah seperti semut, jangkrik dan binatang sejenisnya. Bolehkah membunuhnya dengan air, atau dibakar atau apa yang harus saya lakukan?
Jawaban:
Apabila binatang-binatang melata ini menyakiti, boleh membunuhnya.
Tetapi bukan dengan cara membakar, namun dengan berbagai cara membinasakan
lainnya, karena sabda Nabi صلی الله عليه
وسلم,
خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فيِ اْلحِلِّ وَاْلحَرَمِ اْلحَيَّةُ وَالْغُرَابُ اْلأَبْقَعُ وَالْفَأْرَةُ وَالْكَلْبُ
وَاْلعُقُوْرُ وَاْلحُدَيَّا
"Lima macam binatang fasiq yang boleh dibunuh di tanah
halal dan di tanah haram; ular, burung gagak hitam pekat, tikus, anjing gila,
dan burung elang." (Al-Bukhari dalam jaza' ash-Shaid (1829) dan Muslim dalam al-Hajj
(67–1198))
Pada kata 'al-hayyah/ular', Nabi صلی الله عليه وسلم mengabarkan tentang gangguannya dan ia adalah binatang-binatang fasik, maksudnya mengganggu/menyakiti dan mengizinkan membunuhnya. Demikian pula binatang melata sejenisnya, apabila mengganggu, boleh dibunuh di tanah halal dan haram. Seperti semut, jangkrik, nyamuk dan binatang sejenisnya yang mengganggu.
Pada kata 'al-hayyah/ular', Nabi صلی الله عليه وسلم mengabarkan tentang gangguannya dan ia adalah binatang-binatang fasik, maksudnya mengganggu/menyakiti dan mengizinkan membunuhnya. Demikian pula binatang melata sejenisnya, apabila mengganggu, boleh dibunuh di tanah halal dan haram. Seperti semut, jangkrik, nyamuk dan binatang sejenisnya yang mengganggu.
Sumber:
Majmu Fatawa wa Maqalat
Mutanawwi'ah jilid V hal. 301-302. Syaikh bin Baz. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa
Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.
Post a Comment