Sebab-sebab Terkena Sihir dan Penyakit 'Ain
Apakah sebab-sebab terkena sihir, ‘ain dan al-Mas (gangguan setan)?
Jawaban:
Ketahuilah bahwa aktifitas sihir itu
diharamkan dan kafir kepada Allah سبحانه و تعالى.
Karena tukang sihir meminta bantuan kepada setan dan mendekatkan diri kepada jin
sehingga mereka membantu untuk menimpakan sihir. Di antaranya memisahkan dan
menghubungkan (suami dengan isterinya atau selainnya). Tukang sihir apabila
ingin menimpakan bahaya kepada seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, maka
ia memanggil setan-setannya atau jin-jin yang mentaatinya lalu menyembelihkan
untuk mereka atau khadam mereka dan meminta kepada mereka supaya meng-ganggu si
fulan atau fulanah, lalu terwujudlah gangguan itu, dengan seizin
Allah.
Untuk menyembuhkan hal itu atau membentengi diri darinya ialah
dengan berdzikir kepada Allah, beribadah kepadaNya, mentaatiNya, menjauhi
kemaksiatan dan ahli kemaksiatan, memperbanyak membaca al-Qur'an dan
merenungkannya, serta membaca wirid-wirid, doa-doa dan dzikir. Bersama itulah
Allah akan memelihara hambaNya dari tertimpa al-Mass (gangguan setan) dan
sihir.
Adapun ‘ain ialah kadang sebagian orang diketahui mempunyai kedengkian kepada orang lain. Ketika ia melihat dari mereka sesuatu yang membuatnya dengki, maka ia menghadapkan hatinya kepada mereka dan mencoba berbicara dengan ucapan permusuhan, lalu ia mengarahkan pandangannya kepada siapa yang dipandangnya dengan panah beracun yang mempengaruhi orang yang dipandangnya tersebut dengan seizin Allah.
Adapun ‘ain ialah kadang sebagian orang diketahui mempunyai kedengkian kepada orang lain. Ketika ia melihat dari mereka sesuatu yang membuatnya dengki, maka ia menghadapkan hatinya kepada mereka dan mencoba berbicara dengan ucapan permusuhan, lalu ia mengarahkan pandangannya kepada siapa yang dipandangnya dengan panah beracun yang mempengaruhi orang yang dipandangnya tersebut dengan seizin Allah.
Cara mengatasi hal itu ialah
dengan berusaha menjauhi mereka yang dikenal dengan kedengkiannya, tidak
menampakkan perhiasan di hadapan mereka, menasehati mereka supaya tidak
membahayakan orang lain dengan tanpa hak, meminta mereka supaya berbuat baik
kepada setiap muslim dan mengucapkan maa syaa Allah laa quwwata illaa billaah,
dan sejenisnya.
Rujukan:
Fatwa Syaikh
Abdullah bin Jibrin yang ditandatanganinya.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Post a Comment