Surat An-Naba' (1-5)
An-Naba' artinya berita
Surat yang ke 78, berjumlah 40 ayat, diturunkan di Makkah
An-Naba' artinya berita
Surat yang ke 78, berjumlah 40 ayat, diturunkan di Makkah
1- Dari hal apakah mereka tanya-bertanya?
2- Dari hal satu berita besar!
3- Yang telah mereka perselisihkan padanya.
4- Jangan! Kelak mereka akan tahu.
5- Kemudian itu; sekali-kali jangan! Kelak mereka akan tahu.
Berita Yang Besar!
"Dari hal apakah mereka tanya-bertanya?" (ayat 1). Atau, soal apakah yang mereka pertengkarkan atau persoalkan diantara sesama mereka? Mengapa mereka jadi bertengkar tidak berkesudahan?
Yang mereka tanya-bertanyakan, yang mereka persoalkan, menjadi buah tutur di mana mereka berkumpul sesama mereka, yaitu kaum Quraisy itu, ialah;'Dari hal satu berita besar!" (ayat2).
Adalah satu berita besar bagi mereka itu seketika Muhammad s.a.w. anak Abdullah, yang mereka kenal sejak dari masa kecilnya sampai masa remajanya dan sekarang telah meningkat usia lebih dari empat puluh tahun telah mengeluarkan suatu pendirian yang berbeda sama sekali daripada apa yang mereka harapkan. Dia mengaku dirinya mendapat wahyu dari Tuhan; Dia mengaku Malaikat Jibril diutus Allah menemuinya buat menyampaikan wahyu itu. Dan wahyu-wahyu yang disampaikannya itu sangatlah menggoncangkan masyarakat. Dia melarang menyembah berhala yang selama ini menjadi dasar agama kaumnya. Dan dia pun mengatakan pula bahwa di belakang hari yang sekarang ini, yaitu setelah kita mati, kita semuanya ini akan hidup kembali dalam alam lain yang bernama alam Akhirat. Di sana akan diperhitungkan amalan manusia. Dosa yang tidak akan diampuni, kalau tidak taubat betul-betul, ialah dosamempersekutukan Allah dengan yang lain.
Mereka tanya-bertanya, berbisik hilir berbisik mudik, di "Darun-Nadwah" tempat mereka biasa berkumpul, ataupun di dalam Mesjid, atau di mana saja. Yang jadi berita hangat ialah soal ini; soal al-Quran yang dinamai wahyu, soal Kiamat dan soal kebencian kepada penyembahan berhala. Itulah semua; "Yang telah mereka perselisihkan padanya." (ayat3).
Niscayaperselisihan itu tidak akan putus-putus. Tanya-bertanya diantara yang satu dengan yang lain tiadakan terhenti, karena semuanya hanya akan memperturutkan pertimbangan sendiri;
"Jangan!" (pangkalayat4). Artinya tidaklah ada perlunya dipertengkarkan atau mereka tanya-bertanya dalam soal yang besar itu, karena;"Kelak mereka akan tahu." (ujung ayat4). Tegasnya kalau mereka bertengkar atau tanya-bertanya dalam persoalan yang besar itu, sehingga keputusan tidak ada, namun akhir kelaknya mereka pasti akan tahu juga, atau segala yang merekatanya-bertanyakan itu tidak lama lagi pasti menjadi kenyataan, karena ketentuan yang digariskan oleh Allah, tidak ada tenaga manusia yang dapat menahannya.
"Kemudian itu!" (pangkal ayat 5). Kemudian itu diperingatkanlah untuk kesekian kalinya, "Sekali-kali jangan!" Bertengkar bertanya-tanyaan juga, karena tidak akan ada faedahnya menggantang asap mengkhayalkan kehendak yang telah tertentu dari Allah dengan hanya meraba-raba dalam kegelapan jahil; "Kelak mereka akan tahu!" (ujung ayat5).
Segala keragu-raguan yang menimbulkan berbagai macam pertanyaan kian sehari akan kian sirna, sebab al-Quran kian sehari akan kian jelas.
Menurut suatu riwayat yang dibawakan oleh ahli-ahli tafsir, soal yang Iebih menjadi soal yang dipertanya-tanyakan di antara mereka, terlebih dari yang lain ialah soal dibangkitkan sesudah mati itu (yaumal ba`ts).
Menurut suatu riwayat yang dibawakan oleh ahli-ahli tafsir, soal yang Iebih menjadi soal yang dipertanya-tanyakan di antara mereka, terlebih dari yang lain ialah soal dibangkitkan sesudah mati itu (yaumal ba`ts).
Sebagai tersebut di dalam Surat 36 (Yaa-Siin) ayat 78, pernah ada di antara mereka yang memungut tulang yang telah lapuk dari tanah, lalu bertanya kepada Nabi s.a.w.; "Siapakah pula yang akan dapat menghidupkan kembali tulang-belulang ini padahal dia telah lapuk?" Sampai Nabi disuruh menjawab (ayat79); "Yang akan menghidupkannya ialah yang menjadikannya pertamakali."
Kesimpulan dari ayat-ayat ini ialah, pertanyaan yang timbul diantara sesamamu itu kelak akan terjawab dengan sendirinya, karena wahyu akan turun lagi dan keterangan akan bertambah lagi, dan pembuktian pun akan diperlihatkan. Sebab itu bersedialah buat beriman.
[sumber: Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka versi PDF]
Post a Comment