GUDANG FATWA
Kumpulan Fatwa-fatwa Ulama

Puasa dan Hari Raya Idul Fitri Bareng Hingga Tahun 2022

Awal Ramadhan Tahun 1436 H/2015 M
 
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan tahun 1436H/2015M jatuh pada hari Kamis, 18 Juni 2015. Demikian informasi pemberitaan yang resmi dilansir dari portal website kemenag.go.id, Selasa (16/02/15).

Menurut Menteri Agama, tidak satupun para saksi yang telah ditetapkan untuk melakukan rukyatul hilal di 36 titik di seluruh Indonesia yang berhasil melihat hilal.

Penetapan awal Ramadlan ini dilakukan dalam sidang itsbat yang dilakukan secara tertutup dan dipimpin langsung oleh Menag. Ikut hadir dalam sidang itsbat ini, para Duta Besar Negara Sahabat, Ketua Umum MUI Dien Syamsuddin dan KH. Makruf Amin, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, dan Pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.


Penetapan 1 Ramadhan & 1 Syawal 1436 H/2015 M Oleh Muhammadiyah

Jauh-jauh hari sebelumnya, ormas Islam Muhammadiyah resmi telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1436 H tahun 2015 ini yaitu bertepatan dengan hari Kamis tanggal 18 Juni 2015.

Selain menetapkan hari pertama puasa Ramadhan, Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H adalah hari Jum'at tanggal 17 Juli 2015.

Sedangkan untuk Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015.

InsyaaAllah Hingga Tahun 2022, Umat Islam Indonesia Puasa dan Lebaran Bareng 
Muhammadiyah memastikan bahwa umat Islam akan menjalankan ibadah puasa Ramadan secara bersamaan waktunya.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa organisasinnya telah menetapkan awal hari dimulainya puasa tahun ini atau 1 Ramadan 1436 Hijiriah yakni bertepatan pada hari Kamis 18 Juni 2015. Ia pun menyakini jika Ramadhan kali ini masyarakat Indonesia bisa serentak melaksanakan waktu puasa secara bersama.

Tidak hanya awal Ramadan, Muhammadiyah pun telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1436 H bertepatan dengan Jumat tanggal 17 Juli 2015.

Tahun ini, menjadi awal dimulainya periode yang unik. Yakni dalam rentang delapan tahun ke depan atau selama 2015 hingga 2022 nanti, dipastikan tidak ada perbedaan penetapan awal puasa dan Lebaran antara Kemenag, Muhammadiyah, maupun NU.

Hal itu seperti yang dikatakan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Profesor riset bidang astronomi dan astrofisika itu mengatakan, fenomena unik itu terjadi selama tidak ada perubahan kriteria penetapan awal puasa dan Lebaran antara pemerintah dan dua ormas Islam besar itu.

"Penyebabnya murni fenomena alam. Posisi bulan selama delapan tahun ke depan sangat tinggi saat dilakukan rukyat (pengamatan, Red)," katanya di Jakarta (4/5/2015-elshinta.com).

Senada dengan Thomas Djamaluddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsudin juga mengatakan bahwa hingga tahun 2023 mendatang umat muslim Indonesia akan merayakan lebaran secara bersamaan. Hanya saja, Din mengaku jika tidak terjadi maka pihaknnya akan mengupayakan adanya pendekatan. “Kalau belum sama kita upayakan pendekatan,” ujarnya.

Untuk 1 Ramadhan 1436 H sudah sesuai predikisi hisab. Kita tunggu saja, apakah lebaran Idul Fitri nanti juga tepat sesuai prediksi hisab Muhammadiyah. Semoga saja!
Kita semua, khususnya umat Islam tentu berharap bisa menjalankan puasa Ramadan dan berlebaran secara bersama-sama dan serentak.

Post a Comment